Jalurlombok — Lombok Barat, Memasuki puncak musim kemarau, kasus kebakaran di Kabupaten Lombok Barat mengalami peningkatan signifikan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Barat mencatat sebanyak 157 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026 hingga Kamis 24 September 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Barat, H. Suherman, S.I.P., mengatakan peningkatan kasus kebakaran mulai terlihat cukup tajam sejak memasuki Juli hingga September 2026.
“Peningkatan kasus kebakaran terakselerasi sangat pesat sejak memasuki bulan Juli hingga September. Puncaknya terjadi pada bulan September dengan catatan 63 kejadian, disusul bulan Agustus sebanyak 37 kejadian, dan Juli sebanyak 25 kejadian,” ujar H. Suherman, Selasa, 29 September 2026.
Baca Juga : Video Dugaan Pelemparan Truk di Bertais Viral, Dishub Lombok Barat Tegaskan Bukan Petugasnya
Dari total 157 kejadian tersebut, kebakaran lahan menjadi salah satu kasus yang paling dominan, dengan jumlah mencapai 80 kejadian. Kebakaran terjadi di sejumlah lahan pertanian, perkebunan maupun lahan kosong yang kondisinya semakin kering selama musim kemarau.
Selain kebakaran lahan, Damkarmat Lombok Barat mencatat sebanyak 19 kejadian kebakaran di area tempat pembuangan sampah (TPS/TPA). Sementara kebakaran yang terjadi pada pemukiman atau rumah warga tercatat sebanyak sembilan kejadian.
Sejumlah kejadian lainnya terjadi pada fasilitas umum, sektor transportasi, pusat ekonomi, fasilitas pendidikan serta sejumlah objek lainnya. Rangkaian peristiwa tersebut turut menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga : Polsek Labuapi Bergerak, Pelajar Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba, Bullying dan Alkohol
Data Damkarmat Lombok Barat juga mencatat adanya masyarakat dan sejumlah kepala keluarga yang terdampak akibat peristiwa kebakaran tersebut. Meski demikian, dari seluruh kejadian yang tercatat hingga 24 September 2026, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka.
Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Damkarmat Lombok Barat terus berupaya menjaga kecepatan pelayanan dalam menangani setiap laporan. Kecepatan respons dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api meluas dan menekan dampak kerugian.
“Damkarmat Lombok Barat terus berupaya menjaga tingkat respons cepat atau response time secara maksimal. Dari keseluruhan laporan, sebanyak 154 kejadian mampu ditangani dengan waktu tanggap kurang dari 15 menit, sementara hanya tiga kejadian yang membutuhkan waktu di atas 15 menit,” jelas H. Suherman.
Meningkatnya kasus kebakaran selama musim kemarau menjadi perhatian bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan pertanian, perkebunan, lahan kosong maupun kawasan pembuangan sampah perlu dilakukan dengan kehati-hatian.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin. Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.**(Red)