Site icon

Nurdin Resmi Maju Pilkades Gapuk, Usung “Tunas, Ta’at dan Tuntut”: Ekonomi Tumbuh, SDM Tangguh

Jalurlombok — Lombok Barat, Pendaftaran calon Kepala Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, memasuki hari terakhir. Nurdin, S.Pd.I., resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Gapuk dan tercatat sebagai pendaftar kedua setelah Muhidin.

Nurdin hadir dengan membawa gagasan pembangunan yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia serta penguatan potensi desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam penyampaian gagasan pembangunan, Nurdin mengatakan pemberdayaan masyarakat akan menjadi salah satu fokus utama apabila mendapat amanah masyarakat Desa Gapuk.

“Desa Gapuk berdaya, ekonomi tumbuh, SDM tangguh, potensi desa menjadi kekuatan. Pemberdayaan ke depan berbasis potensi, termasuk potensi manusia,” kata Nurdin, Rabu, 7 Oktober 2026.

Baca Juga: Sambut MotoGP Mandalika 2026, DLU Pastikan KM Dharma Kencana Siap Layani 554 Penumpang dari Jawa ke Lombok

Nurdin menjelaskan, arah pemberdayaan akan menyasar kelompok masyarakat yang masih membutuhkan ruang untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas.

“Kita akan lebih kepada kaum rentan, bagaimana masyarakat yang masih termarjinalkan bisa mendapatkan ruang pemberdayaan. Kemudian bagaimana kita meningkatkan sumber daya manusia remaja, sehingga menjadi remaja yang produktif dan mampu berkembang,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, pembangunan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan desa. Namun, pengembangan sumber daya manusia dan potensi lokal menjadi fokus dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat.

“Isu infrastruktur mungkin tetap menjadi isu, tetapi fokus besar kita adalah pemberdayaan berbasis potensi. Isu lingkungan tetap kita perhatikan, hanya saja fokus besar kita adalah bagaimana potensi yang ada bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa,” jelas Nurdin.

Sektor pertanian juga menjadi perhatian dalam gagasan pembangunan Nurdin. Potensi pertanian Desa Gapuk dinilai dapat dikembangkan melalui penguatan produksi, pengelolaan hasil hingga akses pasar.

Baca Juga: Lanjutkan Pengabdian, H. Romi Purwandi Kembali Maju di Pilkades Badrain, Usung Desa Maju dan Sejahtera

“Kalau potensi kita pertanian, tentu kita berbicara tentang produksi, pascapanen, pengelolaan hasil, akses pasar, sampai jalan usaha tani. Persoalan infrastruktur pertanian juga perlu diperhatikan, termasuk akses masyarakat menuju lahan pertanian,” ungkap Nurdin.

Nurdin menambahkan, akses menuju lahan pertanian turut berkaitan dengan proses produksi dan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

“Ada beberapa titik akses yang perlu kita pantau. Akses tersebut juga mempengaruhi produksi dan harga hasil pertanian yang ada di Desa Gapuk,” tambah Nurdin.

Selain sektor pertanian, program pemberdayaan akan diarahkan kepada kelompok rentan, pemuda serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.

“Untuk misi, pertama penguatan pemberdayaan kaum rentan. Kedua pemberdayaan pemuda. Ketiga pemberdayaan UMKM. Semua akan kita orkestrasi supaya saling berkaitan dan menjadi satu ekosistem pemberdayaan masyarakat,” kata Nurdin.

Baca Juga: Tuntutan PT Nusafara Property Dibantah, PT BMS Minta Audit Keuangan Lagoonbay

Nurdin juga menyoroti peran perempuan, keluarga dan komunitas dalam mendukung ketahanan pangan serta pengelolaan lingkungan desa.

“Teman-teman komunitas perempuan penjaga keluarga juga akan kita dorong. Bagaimana hubungan pemberdayaan perempuan dengan pengelolaan lingkungan dan TPH3R, termasuk bagaimana masyarakat bisa bergerak pada isu ketahanan pangan,” jelas Nurdin.

Pengembangan potensi desa, menurut Nurdin, harus dilakukan secara terukur mulai dari pemetaan potensi hingga penguatan keterampilan dan akses pasar.

“Setiap potensi harus kita petakan. Mulai dari potensi, keterampilan yang dibutuhkan, pasar, pendapatan usaha, sampai produksi. Potensi Desa Gapuk harus bisa menjadi kekuatan ekonomi,” tegas Nurdin.

Pemuda Gapuk juga ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam arah pembangunan. Penguatan keterampilan dan kegiatan produktif dinilai dapat membuka ruang usaha bagi generasi muda.

“Pemuda Gapuk adalah masa depan desa. Program akan diarahkan kepada keterampilan dan kegiatan produktif yang bisa membuka ruang usaha bagi pemuda,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan pembangunan ekonomi desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Kelompok masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, lembaga ekonomi desa, koperasi dan lembaga pendidikan diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem pembangunan.

“Ekonomi desa harus dibangun bersama. Kelompok masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, lembaga ekonomi desa, koperasi dan lembaga pendidikan harus berada dalam satu ekosistem,” ujar Nurdin.

Dalam pencalonan sebagai calon Kepala Desa Gapuk, Nurdin memperkenalkan konsep Trilogi Desa Gapuk, yakni Tunas, Ta’at dan Tuntut.

“Tunas berarti menumbuhkan potensi dan harapan masyarakat. Ta’at berarti membangun dengan nilai amanah, tertib, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sedangkan Tuntut berarti terus meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat,” jelas Nurdin.

Konsep Tunas, Ta’at dan Tuntut tersebut disampaikan sebagai landasan gagasan pembangunan yang menempatkan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa sebagai bagian penting dalam pembangunan Desa Gapuk.

“Pembangunan bukan sekadar membuka program baru, tetapi bagaimana memperbesar kemampuan masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengelola potensi Desa Gapuk,” pungkas Nurdin.

Exit mobile version