Site icon

Nasib Pilu Warga Teluk Gok! Puluhan Tahun Jalan Rusak, Berobat Harus Lewat Laut, Warga Mohon Bantuan Wabup Lobar dan Gubernur NTB

Jalurlombok — Lombok Barat, Puluhan tahun menghadapi persoalan jalan rusak, masyarakat Teluk Gok, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengharapkan perhatian serius dari pemerintah. Kondisi akses jalan yang dikeluhkan warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyulitkan anak-anak menuju sekolah dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat.

Keluhan tersebut menggambarkan perjuangan warga yang harus menghadapi medan sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bahkan, menurut penuturan masyarakat setempat, jalur laut masih menjadi salah satu akses yang diandalkan ketika warga membutuhkan pengobatan.

Salah seorang warga Teluk Gok, Ruminah, mengungkapkan kesedihan saat melihat anak-anak harus menempuh perjalanan berat demi mendapatkan pendidikan. Kondisi jalan yang belum memadai membuat perjalanan menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri, terutama saat cuaca tidak bersahabat.

“Sudah puluhan tahun kami merasakan kondisi seperti ini. Infrastruktur jalan di desa kami seakan-akan diabaikan pemerintah. Anak-anak kami harus mendaki gunung untuk pergi ke sekolah karena jalan tidak kunjung diperbaiki. Kami sedih melihat perjuangan anak-anak demi mendapatkan pendidikan,” ungkap Ruminah saat dikonfirmasi Wartalombok.com, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Ruminah, perjalanan menuju sekolah dapat memakan waktu lebih dari satu jam. Kondisi tersebut membuat anak-anak harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menempuh perjalanan pergi dan pulang setiap hari.

“Bayangkan, setiap hari anak-anak harus mendaki gunung, baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Harapan kami sederhana, pemerintah memperhatikan kondisi jalan ini agar anak-anak kami bisa bersekolah dengan aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa kesulitan,” tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Marzuki, salah seorang tokoh masyarakat Teluk Gok. Marzuki menilai kerusakan jalan telah menjadi persoalan serius karena berisiko membahayakan keselamatan warga, terutama saat melintas menggunakan sepeda motor maupun ketika membutuhkan kendaraan untuk penanganan medis.

“Jangankan ambulans, sepeda motor saja bisa terjatuh karena kondisi jalan yang rusak parah. Ada warga kami yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak hingga langsung mengalami koma. Kejadian tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan sekaligus menimbulkan ketakutan bagi masyarakat,” kata Marzuki.

Menurut Marzuki, persoalan jalan rusak tidak hanya berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga serta kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan.

Ketika ada warga jatuh sakit, masyarakat terpaksa mengandalkan jalur laut untuk mendapatkan pengobatan. Kondisi tersebut semakin memprihatinkan ketika warga membutuhkan penanganan segera, termasuk perempuan yang hendak melahirkan.

“Ada warga yang sedang sakit harus dibawa melalui jalur laut untuk mendapatkan pengobatan. Bahkan, pernah ada ibu yang hendak melahirkan, tetapi keburu melahirkan di atas perahu karena jarak menuju puskesmas berkilo-kilometer dan akses yang tersedia sangat sulit,” beber Marzuki.

Pengalaman pribadi Marzuki turut menggambarkan beratnya persoalan akses kesehatan yang dirasakan masyarakat Teluk Gok. Marzuki mengaku kehilangan istri dan anak akibat keterlambatan mendapatkan penanganan medis.

“Saya juga menjadi salah satu korban dari persoalan akses jalan rusak ini. Istri dan anak saya meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan. Jalan yang seharusnya membantu mempercepat perjalanan menuju puskesmas justru tidak bisa kami manfaatkan sebagaimana mestinya,” ungkap Marzuki dengan nada sedih.

Marzuki mengatakan, dalam keadaan darurat, masyarakat kerap menghadapi keterbatasan pilihan transportasi untuk menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kami merasa hidup dan mati seakan-akan berada di atas perahu. Ketika ada warga sakit, jalur laut menjadi harapan untuk mendapatkan pertolongan. Kami khawatir kejadian serupa terus terulang jika kondisi jalan tidak segera mendapatkan perhatian,” lanjutnya.

Atas kondisi tersebut, Marzuki meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan infrastruktur di Teluk Gok. Menurutnya, jalan yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian, pendidikan, mobilitas warga, serta akses pelayanan kesehatan.

“Mohon pemerintah memperhatikan kondisi kami. Pajak selalu kami bayar, tetapi untuk mendapatkan akses jalan yang layak saja masih sangat sulit. Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat diperhatikan,” tegas Marzuki.

Secara khusus, Marzuki menyampaikan permohonan kepada Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, agar membantu memperjuangkan perbaikan akses jalan di wilayah Teluk Gok.

“Dengan penuh rasa hormat, kami memohon kepada Ibu Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, tolong bantu kami agar jalan di wilayah kami segera mendapatkan perhatian dan diperbaiki. Sudah puluhan tahun kami merasakan kesulitan seperti ini. Kami berharap ada solusi nyata agar penderitaan masyarakat tidak terus berlanjut,” pintanya.

Permohonan serupa disampaikan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Marzuki berharap pemerintah provinsi turut meninjau kondisi infrastruktur dan membantu mencari solusi atas keterbatasan akses pelayanan kesehatan yang dialami masyarakat Teluk Gok.

“Kami juga memohon kepada Bapak Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, agar membantu memperjuangkan perbaikan jalan di wilayah kami. Tolong lihat kondisi masyarakat Teluk Gok. Jalan ini bukan hanya untuk kendaraan, melainkan juga menjadi akses anak-anak menuju sekolah, warga mencari nafkah, serta jalan harapan bagi masyarakat ketika membutuhkan pertolongan medis,” tutup Marzuki.

Keluhan masyarakat Teluk Gok tersebut menjadi harapan agar pemerintah terkait segera meninjau kondisi lapangan dan menindaklanjuti kebutuhan perbaikan infrastruktur sesuai kewenangan masing-masing. Warga berharap akses jalan yang layak dapat meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis dalam keadaan darurat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi mengenai rencana penanganan jalan yang dikeluhkan warga. Redaksi masih membuka ruang konfirmasi kepada instansi terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai status jalan, kewenangan penanganan, serta rencana perbaikan.

Masyarakat Teluk Gok kini menantikan langkah nyata pemerintah agar persoalan akses jalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dapat memperoleh solusi, sehingga hak warga untuk mendapatkan akses pendidikan, mobilitas, dan pelayanan kesehatan yang layak dapat terpenuhi.

Exit mobile version