Jalurlombok — Lombok Barat, Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Lombok Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2026, Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, menegaskan pentingnya netralitas panitia, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan pengawasan guna menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Penegasan tersebut disampaikan Fitriati Wahyuni saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, Menurut Fitriati, seluruh penyelenggara Pilkades harus menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan tidak memihak kepada bakal calon maupun calon kepala desa.
Baca Juga: Ukir Prestasi Nasional, M. Fatir Galih Assyidiq Bikin Bangga SMPN 4 Gerung
“Setiap kali kami turun melakukan monitoring dan pembinaan, hal utama yang kami tekankan kepada penyelenggara Pilkades adalah netralitas dan integritas. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelaksanaan tugas secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Fitriati,
Senin, 19 Oktober 2026.
Fitriati menegaskan, pembinaan tidak hanya menyasar panitia Pilkades, tetapi juga perangkat desa, terutama di desa yang kepala desa petahana kembali mengikuti kontestasi politik di tingkat desa.
Baca Juga: Lahan Gundul Jadi Target Penghijauan, H. Suhaili dan PT Bintang Raya Tanam 1.000 Pohon di Bongor
“Kami juga menekankan kepada perangkat desa agar tetap menjaga netralitas. Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan untuk menguntungkan salah satu calon. Kepala desa petahana hendaknya menunjukkan hasil kerja dan pelayanan yang baik kepada masyarakat, bukan menggunakan jabatan untuk memengaruhi pilihan warga,” tegasnya.
Dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkades, Pemerintah Kecamatan Gerung berpedoman pada arahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Barat serta peraturan yang berlaku.
Fitriati menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan landasan utama untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Seluruh tahapan harus mengikuti regulasi karena aturan menjadi dasar dalam pelaksanaan Pilkades. Kami ingin setiap proses berjalan tertib, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Baca Juga: 157 Kasus Kebakaran Tercatat, Lahan Jadi Sasaran Api Terbanyak di Lombok Barat
Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Kecamatan Gerung telah membagi tugas kepada personel kecamatan untuk memantau perkembangan tahapan Pilkades di tujuh desa, yakni Desa Dasan Tapen, Mesanggok, Gapuk, Suka Makmur, Kebon Ayu, Taman Ayu, dan Giri Tembesi.
Personel yang ditugaskan diminta melakukan pemantauan secara berkala serta menyampaikan laporan apabila ditemukan persoalan atau potensi gesekan antarpendukung bakal calon maupun calon kepala desa.
“Kami sudah membagi tugas kepada personel untuk memantau perkembangan di masing-masing desa. Apabila ditemukan potensi permasalahan, laporan harus segera disampaikan agar dapat dilakukan langkah antisipasi sebelum persoalan berkembang lebih luas,” ungkap Fitriati.
Selain pengawasan terhadap tahapan Pilkades, Kecamatan Gerung terus memperkuat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya untuk menjaga stabilitas keamanan selama proses pemilihan berlangsung.
Baca Juga: Lahan Gundul Jadi Target Penghijauan, H. Suhaili dan PT Bintang Raya Tanam 1.000 Pohon di Bongor
Fitriati menyebutkan, hingga saat ini belum terdapat kejadian menonjol yang mengganggu kondusivitas wilayah Kecamatan Gerung. Meski demikian, pemantauan dan koordinasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kejadian menonjol yang mengganggu kondusivitas wilayah. Namun, pemantauan dan koordinasi tetap kami lakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” katanya.
Fitriati juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi dinamika dukungan bakal calon di media sosial. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati, bukan dijadikan alasan untuk menyebarkan provokasi atau memicu perselisihan.
“Pilkades merupakan demokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami mengimbau seluruh warga agar menyambut proses pemilihan dengan suka cita, bukan dengan permusuhan. Perbedaan pilihan harus tetap menghormati hubungan keluarga, tetangga, dan persaudaraan,” tuturnya.
Camat Gerung turut mengimbau seluruh bakal calon kepala desa beserta pendukung agar berperan aktif menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif. Kedewasaan dalam berdemokrasi, menurut Fitriati, harus ditunjukkan melalui kesiapan menerima hasil pemilihan serta menghormati mekanisme hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran.
“Kami berharap seluruh bakal calon dan pendukung dapat menjaga suasana tetap damai. Siap menang dan siap kalah merupakan bagian dari kedewasaan berdemokrasi. Jika terdapat dugaan pelanggaran, silakan ditempuh melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan tindakan yang menimbulkan keributan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fitriati menekankan bahwa menjaga keamanan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kecamatan atau panitia penyelenggara, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: PT THU Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Umrah 58 Jemaah, Kerugian Capai Rp1,45 Miliar
Keterlibatan pemerintah desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, para bakal calon, pendukung, dan warga dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik serta menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan persaudaraan. Jangan sampai proses memilih pemimpin justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Harapan kami, Pilkades berjalan aman, tertib, dan demokratis sehingga masyarakat dapat menentukan pemimpin desa sesuai pilihan masing-masing,” pungkas Fitriati Wahyuni.
Dengan penguatan netralitas penyelenggara, kepatuhan terhadap regulasi, pengawasan berkelanjutan, serta koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kecamatan Gerung berharap pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di tujuh desa wilayah Kecamatan Gerung dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis.***(Red)
